Friday, January 05, 2007

Revolusi komunikasi: berita, publik dan ideologi

Ada saling keterkaitan antara Era Ideologi – berkembangnya ideologi di abad ke 18 dan 19 – serta revolusi komunikasi yang didasarkan pada pengembangan teknologi cetak dan produksi barang-barang cetak. Morse Peckham menyatakan:

Di tahun 1830, bidang penerbitan mengalami revolusi, barang-barang cetak menjadi murah – untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia tingkat melek huruf bisa meluas ke seluruh tingkatan populasi. Di Inggris populasinya berkembang dengan rasio satu banding empat; sementara tingkat golongan yang melek huruf berkembang dengan rasio 1 : 32. Hal ini tidak hany memepengaruhi produksi buku, tapi semua jenis komunikasi dan pendokumentasian yang melibatkan kertas – majalah, surat kabar, surat-surat; bisnis, pemerintahan dan korespondensi militer. … abad ke 19 mengalami revolusi komunikasi yang merupakan bagian dan hasil terpenting dari revolusi industri.

Karenanya, terjadi perkembangan besar-besaran dalam informasi dikarenakan akeselerasi kesediaan materi cetak, surat kabar atau dokumen resmi. Halini meningkatkan permasalahan pemrosesan informasi, dan menjelaskan arti dari informasi. Mencapai artian, bukan mencapai informasi – menjadi hal yang semakin problematik.

Makna tidak berasal dari informasi itu sendiri. Makna tidak menyertai jumlah dokumen, fakta atau kepingan informasi tapi bergantung (minimal sebagian) pada komitmen awal skema konseptual, teori dan perspektif. Perkembangan ideologi, Era Ideologi merupakan respon dasar terhadap revolusi komunikasi; ia merupakan usaha untuk memberikanmakna.

Era Ideologi bisa dilihat sebagai perkembangan produksi sistem simbol yang merespon meningkatnya pasar kebutuhan makna; khsususnya, makna sekuler, dikarenakan menurunnya sistem nilai lama dan agama yang sebelumnya terkait dengan rezim lama; sebagian dikarenakan struktur sosial baru dan kejadian-kejadian revolusioner yang harus disintesakan; dan sebagian besar disebabkan oleh meluasnya informasi ke segala arah karena revolusi komunikasi

Era Ideologi tidak hanya dilihat sebagai respons terhadap fragmentasi berita, tapi juga berkaitan dengan pengembangan sejarah modern – perkembangan sejarah modern menghubungkat kejadian masa lalu dan sekarang dan mendorong saling keterkaitan antar subsistem tersendiri dalam masyarakat. Contohnya, saling keterkaitan antara ekonomi dan politik dan sejarah tidak lagi merupakan kepingan kisah mengenai kekuasaan kerajaan. Sejarah baru mengalami perluasan konteks sebagaimana ideologi.

Dengan meningkat dan meluasnya tingkat baca, teknologi cetak dan perkembangan surat kabar modern berkembangklah gagasan modern tentang berita. Di tahun 1780 dan 1830, perkembangan jurnal, newsletter dan surat kabar menjadi sangat besar di Eropa sehingga muncul fenomena baru – khalayak pembaca berita.

Munculnya media masssa dan media publik merupakan perkembangan konstruktif. Publik muncul ketika terjadi penurunan pola dan interaksi sosial antar budaya.kelompok tradisional memiliki karakteristik pola interaksi sosial antar anggotanya yang mendorong pemahaman dan minat bersama dan memungkinkan interaksi sosial. Publik, adalah sejumlah orang yang terekspose kepada rangsangan yang sama dan memiliki kesamaan bahkan tanpa berinteraksi satu sama lainnya.

Dalam masyarakat tradisional pasar dan hari libur menjadi dasar struktur periodik penyebaran informasi ke komunitas yang lebih luas, antar pihak yang tidak saling mengenal atau antar anggota dari keluarga yang berbeda; penyebaran informasi dilakukan dari mulut ke mulut dalam dialog tatap muka yang memungkinkan jawaban atas feedback dan pertanyaa. Dengan perkembangan media massa yang pertama kali ditunjukkan melalui barang cetakan, sejumlah orang terkena ekspose pada aliran informasi berkelanjutan pada saat yang hampir bersamaan. Informasi harus dapat dimengerti, menarik dan meyakinkan bagi orang-orang dengan latar belakang dan kepentingan yang berbeda, orang-orang yang tidak saling kenal tidak bertemu dan berinteraksi.

Media massa memudahkan interaksi sosial untuk kesamaan budaya. Informasi dan orientasi, fakta dan nilai-nilai bisa diketahui tanpa interaksi antar manusia. Keyakinan sebagian orang lyang dinilai sebagai hal yang nyata dan bernilai sekarang bisa dikontrol dari kejauhan, terpisah dan diluar dari mereka yang meyakininya.

Secara historis, publik terdiri dari orang-orang yang terbiasa mendapatkan berita dan orientasi dari media massa umum yang mengandung informasi dan orientasi beragam yang disebarkan oleh para pengusaha dan perusahaan.

Surat kabar memperkuat rasionalitas publik dalam cara-cara yang khusus. Pertama, mereka menyediakan informasi dalam ukuran luas yang melampaui kondisi lokal untuk memberikan informasi mengenai kejadian-kejadian di tempat yang jauh.

Berita memungkinkan seseorang membandingkan kondisinya dengan orang lain. Berita memungkinkan alternatif ditentukan sebagai realistis dengan menunjukkan kondisi berbeda yang sudah ada. Berita memungkinkan seseorang untuk meramalkan kondisi di masa datang, contohnya pada laporan ramalan cuaca.

Analisis awal terhadap publik dan berita adalah bahwa berita menafsirkan sebuah publik dengan mendorong dialog tatap muka. Percakapan diperkuat untuk memecahkan ketidak-pastian tentang makna berita.

Percakapan berdasar berita, sebagai sarana rasionalitas publik bergantung pada tidak adanya mata-mata pemerintahan, informan, sensor dan agen rahasia yang ditugaskan oleh pemerintah.

Sistem kelas dan negara harus dikeluarkan dari percakapan agar publik bisa mengaktualisasikan potensinya untuk mengajukan kritik rasional. Transformasi sosial sendiri tidak akan bisa meningkatkan rasionalitas publik jika ia tidak mencegah negara agar tidak membebankan hukuman atau penyelidikan atas percakapan kritis.

Ideologi berfungsi memobilisasi pergerakan sosial dalam publik melalui perantara surat kabar dan media lainnya. Pergerakan merupakan sektor publik yang bertujuan untuk proyek publik dan identitas sosial umum. Pergerakan sosial merupakan sektor pulik yang responsif terhadap ideologi; mereka memiliki ideologi yang pada satu sisi menterjemahkan berita dan di sisi lain, menyediakan kesadaran atas identitas sosialnya dari laporan-laporan dalam media berita.

Gagasan “publik” berkembang dengan munculnya gagasan “pribadi”. Hubungan antara keduanya tidak selalu sama di semua negara. Publik dan pribadi berkembang bersama. Untuk membuat suatu permasalahan menjadi masalah publik berarti membukanya terhadap orang-orang asing, mereka yang umumnya tidak telrihat dan terdengar. Pada tingkatan paradigmatik publik adalah di laur keluarga. Pertumbuhan publik dan pribadi yang bersamaan berarti perkembangan batasan kekuatan publik, pembentukan batasan bagi sebuah lembaga dimana publik tidak bisa ikut campur di dalamnya.

1 comment:

kebenaran said...

jamu psikologi klik www.setansatan.blogspot.com jamu memang pahit

detiknews - detiknews

Loading...