Posts

Showing posts from May 4, 2014

Teater yang tidak hanya seksi tapi juga sekaligus Politis

Sekilas dari AG. Eka Wenats Wuryanta

Oleh beberapa orang, pernah dinyatakan bahwa ketika kita sedang berteater maka sebenarnya kita sedang berpolitik. 
Ada orang lain menyatakan bahwa berteater adalah berkegiatan untuk berideologi. Dan memang pementasan teater Kafha Paramadina tanggal 6-7 Mei 2014 yang menampilkan drama saduran dari buku Novriantoni Kahar yang bertajuk “Imaji Cinta Halima” tepat sekali ditafsirkan sebagai berteater dan berpolitik. Bukan tanpa alasan hal di atas disebut dan dinyatakan secara tegas. Siapa yang bisa menampik bahwa berteater adalah berpolitik, lebih tepat sebagai politik bahasa. 
Ketika bahwa dalam buku puisi essay disadur dan digelar kembali menjadi sebuah drama maka kata bertransformasi tidak hanya dipahami dalam level kognisi saja tapi masuk pada relung emosi dan tindakan. Bahasa tidak hanya dipahami sebagai rentetan huruf saja tapi sudah berubah menjadi mantera sastra dan letupan emosi yang membuncah dan terlihat dalam mimik muka, gesture dan ger…