Posts

Showing posts from November 26, 2006

Terorisme – Culture of Fear dan Komodifikasi Media Massa

oleh: AG. Eka Wenats Wuryanta Pembuka WacanaSemenjak peristiwa peledakan Menara WTC di New York beberapa tahun yang lalu, berita-berita tentang terorisme menjadi salah satu komoditas utama di media massa seluruh dunia. Belum lagi dengan peristiwa-peristiwa teror yang terjadi di seantero dunia. Pernyataan perang Presiden Amerika Serikat terhadap teroris dengan segala aktivitas terorisme menjadi bahan berita yang mengisi sekian head-line berita media Internasional (seperti yang dilakukan oleh CNN, BBC, ABC) maupun nasional. Perang-perang lokal yang terjadi di belahan bumi menjadi bahan atau materi berita yang semakin menarik untuk dikaji lebih mendalam. Berita-berita tentang perampok bersenjata yang tidak jarang memakan korban telah menjadi bagian integral bagi media massa untuk menaikkan oplah media, baik media cetak maupun media elektronik. Banyak korban kekerasan dan peristiwa yang bersifat destruktif menjadi ladang panen yang siap dipanen bermanfaat untuk memperbanyak kuantitas profi…

KOMUNIKASI TEROR = TEROR KOMUNIKASI

Akhir-akhir ini kalau mau diakui terjadi proses ketakutan atau kekuatiran yang menghinggapi benak masyarakat Indonesia. Rangkaian berita dan informasi yang melukiskan teror lalu lalang dan ditayangkan oleh media massa baik secara nasional maupun secara lokal. Kita masih mengingat rangkaian kecelakaan fisik beberapa alat transpotasi massal, seperti kecelakaan pesawat terbang Mandala Air di Medan, kecelakaan kereta api dan beberapa kecelakaan minor kendaraan di Jakarta atau di daerah lainnya. Kita masih sering melihat horor politik dengan cara kekerasan yang diperlihatkan dalam seluruh proses pemilihan umum kepala daerah. Ketidakpuasan dan amuk massa menjadi tontonan biasa dalam berita-berita politik. Korban politik tidak hanya dilihat sebagai korban politis tapi sudah mewujud dalam korban-korban fisis yang mengeluarkan darah dan kesakitan. Politik, emosi, darah dan kekerasan merupakan lingkaran yang seakan-akan jamak diperlihatkan dalam drama politik Indonesia.Sekarang kita masih terte…